440 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan, Kalbar Kerahkan 14.458 Personel
pulaupenebang.com – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas terus dilakukan melalui pengerahan puluhan ribu personel serta dukungan operasi udara. Hingga Senin (12/10/2026), tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran pada area seluas 440,59 hektare.
Meski demikian, pekerjaan pemadaman masih berlanjut. Data pemerintah mencatat sekitar 639,27 hektare dari total area penanganan seluas 1.079,82 hektare masih belum padam.
Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam operasi tersebut. Sebanyak 14.458 personel dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di provinsi ini.
Secara keseluruhan, pemerintah melibatkan 69.190 personel di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Berdasarkan laporan penanganan, terdapat 230 titik panas dengan tingkat tinggi serta 166 titik kebakaran yang masih menjadi perhatian di enam provinsi tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan petugas yang bertugas di lapangan agar penanganan kebakaran dapat berjalan maksimal. Hal itu disampaikannya dalam rapat terbatas penanganan karhutla pada Senin (12/10/2026).
“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan, ya. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini. Dan kita harus mencegah ke depan,” kata Prabowo, dikutip Rabu (14/10/2026).
Puluhan Helikopter dan Pesawat Dilibatkan
Penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara. Satgas Darat menjalankan pemeriksaan langsung atau ground check untuk memastikan kondisi titik panas dan titik kebakaran di lapangan.
Sementara itu, Satgas Udara menyiapkan 16 pesawat Casa untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Sebanyak 34 helikopter juga dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air.
Operasi water bombing dilaksanakan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Jambi. Adapun patroli udara dilakukan di Kalimantan Selatan dan Riau.
Untuk membantu mendukung upaya pengendalian kebakaran, operasi modifikasi cuaca berlangsung di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, serta Jambi.
Penyebaran personel di enam provinsi tersebut meliputi 14.458 petugas di Kalimantan Barat, 13.699 di Kalimantan Tengah, 7.927 di Kalimantan Selatan, 12.285 di Sumatera Selatan, 14.837 di Riau, dan 5.984 di Jambi.
Area yang Belum Padam Jadi Perhatian
Pemerintah masih memprioritaskan lokasi yang belum berhasil dipadamkan. Penurunan jumlah titik panas dan titik kebakaran dibandingkan laporan sebelumnya belum berarti seluruh kebakaran telah terkendali.
Karena itu, pemeriksaan lapangan dan operasi pemadaman terus dilakukan untuk mengidentifikasi sumber kebakaran, menjangkau area terdampak, serta mencegah api meluas ke kawasan lain.
Dukungan personel dan sarana pemadaman diharapkan mempercepat penanganan di enam provinsi prioritas. Pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan kebutuhan operasional agar upaya pengendalian karhutla dapat berlangsung secara berkelanjutan.
