Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BKSDA Kalteng Evakuasi Orang Utan yang Berkeliaran di Jalan Pangkalan Bun-Kolam

✍️ Rani 🕒 19 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Orang utan terlihat di sisa lahan yang terbakar berjalan sebelum berhasil dievakuasi
Orang utan terlihat di sisa lahan yang terbakar berjalan sebelum berhasil dievakuasi Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengevakuasi seekor orang utan yang terlihat berada di sekitar kilometer 14 Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Evakuasi dilakukan pada Minggu (18/10/2026) bersama pemerintah kecamatan setelah keberadaan satwa tersebut terpantau selama beberapa hari di sekitar ruas jalan.

Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan petugas melakukan pemantauan selama kurang lebih dua jam sebelum proses evakuasi dilaksanakan.

Menurutnya, orang utan itu sempat menarik perhatian karena menunjukkan gerakan yang dinilai tidak biasa.

“Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orang utan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi,” ujar Trias.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan bahwa tim BKSDA Kalimantan Tengah telah diterjunkan untuk menangani satwa tersebut.

Ia menegaskan, penanganan orang utan perlu dilakukan oleh petugas konservasi agar proses penyelamatan berlangsung sesuai prosedur dan tidak membahayakan satwa maupun masyarakat.

Kondisi Orang Utan Masih Perlu Dipastikan

Perilaku orang utan yang terlihat tidak biasa sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi satwa tersebut. Namun, pengamatan visual saja belum cukup untuk memastikan apakah orang utan mengalami gangguan kesehatan, luka, atau stres.

Informasi mengenai kondisi kesehatan orang utan setelah dievakuasi belum disampaikan secara terperinci dalam laporan tersebut. Penanganan selanjutnya perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan keamanan lokasi bagi satwa.

Kemunculan orang utan di dekat jalan raya juga berisiko terhadap keselamatannya. Lalu lintas kendaraan dapat membahayakan satwa, sedangkan kerumunan warga yang mendekat berpotensi menambah tekanan terhadap hewan liar tersebut.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mendekati, mengejar, atau mencoba menangkap orang utan yang ditemukan di luar habitatnya. Pelaporan kepada petugas konservasi menjadi langkah yang lebih aman agar satwa dapat ditangani oleh pihak berwenang.

Ancaman Kerusakan Habitat Satwa Liar

Kemunculan orang utan di sekitar kawasan aktivitas manusia turut menjadi perhatian di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kebakaran dapat merusak habitat, mengurangi ketersediaan pakan, dan mendorong satwa liar berpindah ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman atau jalan raya.

Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa kemunculan orang utan di Jalan Pangkalan Bun-Kolam tersebut berkaitan langsung dengan karhutla.

Perlindungan habitat dan penanganan oleh petugas konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan hidup orang utan, satwa yang bergantung pada ekosistem hutan Kalimantan.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update