Data Jadi Dasar Kebijakan, BPS Bengkayang Minta Masyarakat Beri Informasi Sesuai Kondisi
pulaupenebang.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkayang mengingatkan masyarakat agar memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya dalam setiap kegiatan pendataan.
Kepala BPS Kabupaten Bengkayang Guntur Prahara mengatakan, kualitas data sangat menentukan ketepatan kebijakan pemerintah. Karena itu, informasi yang diberikan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembangunan daerah.
"Karena data begitu penting untuk mengambil kebijakan, mari kita sama-sama memperbaiki kualitas data, baik dari sisi kami yang mengumpulkan data maupun dari responden, khususnya masyarakat. Mari kita berikan data yang jujur apa adanya karena itu akan berpengaruh ke proses-proses pembangunan berikutnya," kata Guntur di Bengkayang, Selasa.
Guntur menjelaskan, BPS menjalankan berbagai kegiatan statistik, mulai dari sensus hingga survei. Sensus dilakukan dengan mendata seluruh penduduk atau unit yang menjadi sasaran, sedangkan survei hanya melibatkan sebagian atau sampel tertentu.
Perbedaan tersebut, menurutnya, masih belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengira pendataan BPS berkaitan langsung dengan penentuan penerima bantuan pemerintah.
"Jadi masyarakat kadang berpikir, 'oh ini pasti dapat bantuan', padahal tidak. Ada namanya sensus, semua penduduk didata. Ada yang namanya survei, survei itu hanya sampel," ujarnya.
Petugas Hadapi Tantangan di Lapangan
Salah satu tantangan yang dihadapi petugas BPS adalah membangun pemahaman masyarakat mengenai tujuan kegiatan statistik.
Keraguan responden dalam memberikan informasi dapat memengaruhi proses wawancara. Selain itu, petugas juga harus menemukan responden yang tepat dan menyesuaikan waktu pendataan dengan aktivitas masyarakat.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPS melibatkan mitra statistik yang direkrut dari daerah masing-masing. Masyarakat dari desa setempat diprioritaskan agar petugas lebih mudah menjangkau responden di wilayah pendataan.
Dari sisi geografis, Guntur menilai petugas pada prinsipnya mampu menjangkau wilayah kerja. Namun, tantangan justru kerap muncul ketika harus menyesuaikan waktu wawancara dengan ketersediaan responden.
"Ketemu responden kadang sulit. Waktunya harus benar-benar menyesuaikan responden. Ketika responden hanya bisa malam, terpaksa datanya malam, padahal waktu malam itu singkat," katanya.
Guntur menegaskan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan statistik yang berkualitas. Data yang diberikan secara jujur dan sesuai kondisi lapangan akan membantu menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
"Jika datanya salah, ya pasti kebijakan yang diambil salah," ujarnya.
