Dua Hari Demo di Kantor Gubernur Kalbar, Ria Norsan Tak Temui Mahasiswa
pulaupenebang.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan tidak menemui demonstran yang menggelar aksi di Kantor Gubernur Kalbar pada 20 dan 21 Oktober 2026. Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan peserta aksi yang ingin menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan daerah.
Tuntutan yang disuarakan massa antara lain penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), transparansi anggaran penanggulangan bencana, distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta persoalan pelayanan publik.
Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi yang terkonfirmasi mengenai alasan Ria Norsan tidak berdialog langsung dengan demonstran selama dua hari aksi tersebut.
Pada Kamis (22/10/2026), Ria Norsan diketahui menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan itu dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kepala daerah.
Namun, agenda di Jakarta tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan ketidakhadiran gubernur saat demonstrasi berlangsung di Pontianak.
Aksi Sempat Diwarnai Ketegangan
Demonstrasi pada Selasa (20/10/2026) sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Situasi memanas setelah terjadi adu argumen mengenai ban bekas yang dibawa demonstran. Ketegangan kemudian berlanjut dengan aksi saling dorong dan pembakaran ban.
Pada Rabu (21/10/2026), mahasiswa kembali mendatangi Kantor Gubernur Kalbar untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Salah satu isu yang menjadi sorotan ialah penanganan karhutla. Massa mendesak pemerintah daerah membuka informasi mengenai penggunaan anggaran penanggulangan bencana serta menjelaskan tindak lanjut terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam kebakaran lahan.
Transparansi anggaran menjadi perhatian demonstran di tengah tuntutan agar penanganan karhutla dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Gubernur Pimpin Rapat Bahas BBM dan Listrik
Di tengah rangkaian aksi tersebut, Ria Norsan juga tercatat memimpin rapat koordinasi bersama Pertamina dan PT PLN (Persero) pada Rabu (21/10/2026).
Pertemuan itu membahas distribusi BBM bersubsidi dan gangguan pemadaman listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Meski sejumlah agenda pemerintahan berlangsung pada periode yang sama, belum terdapat informasi terkonfirmasi yang menunjukkan bahwa jadwal tersebut menjadi penyebab langsung gubernur tidak menemui demonstran.
Hingga kini, persoalan mengenai alasan ketidakhadiran Ria Norsan saat dua aksi berlangsung masih menunggu penjelasan resmi. Sementara itu, tuntutan mahasiswa terkait karhutla, transparansi anggaran, BBM, dan pelayanan publik menjadi persoalan yang mereka minta mendapat perhatian pemerintah provinsi.
