Kamis, 15 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Karhutla Kayong Utara Capai 2.244 Hektare, Simpang Hilir Terluas

✍️ Rani 🕒 09 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencapai 2.244 hektare selama periode Januari hingga September 2026. Kecamatan Simpang Hilir menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan data tersebut dihimpun dari laporan karhutla di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Kayong Utara.

"Ini data kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Kayong Utara per kecamatan dari Januari sampai September kemarin," kata Fathul, Kamis (8/10).

Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kecamatan Simpang Hilir mencapai 978 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sukadana dengan 926 hektare.

Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Pulau Maya tercatat seluas 327 hektare, sedangkan Kecamatan Teluk Batang mencapai 67 hektare.

"Sukadana itu ada 926 hektare, terus Kecamatan Simpang Hilir 978 hektare, Kecamatan Teluk Batang 67 hektare, Pulau Maya itu 327 hektare," ujar Fathul. "Total yang terbakar 2.244 hektare," lanjutnya.

Jika dilihat berdasarkan fungsi kawasan, Area Penggunaan Lain (APL) menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 1.400 hektare.

Kawasan taman nasional juga terdampak dengan luas 767 hektare. Adapun kebakaran di kawasan hutan produksi tercatat mencapai 68 hektare.

Data tersebut menjadi dasar bagi BPBD dan pihak terkait untuk memetakan wilayah rawan kebakaran sekaligus mengevaluasi langkah penanganan karhutla di Kayong Utara.

Besarnya luas lahan terdampak menunjukkan pentingnya penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup pemetaan risiko serta pengawasan kawasan secara berkelanjutan.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update