Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Kericuhan Demo DPRD Kalsel: Pagar Roboh Usai Momen Saling Dorong Antara Massa dan Petugas

✍️ Imam Hermawan 🕒 23 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Mahasiswa ULM naik pagar dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin
Mahasiswa ULM naik pagar dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin Foto: detik.com

BANJARMASIN — Ketegangan hebat mewarnai aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Eskalasi situasi yang memanas berujung pada aksi saling dorong antara massa demonstran dan aparat pengamanan yang berjaga di lokasi. Akibat sengitnya gesekan fisik di garis depan barikade, fasilitas pagar besi utama milik gedung wakil rakyat tersebut akhirnya ambrol dan roboh ke tanah.

Insiden robohnya pagar terjadi di tengah riuhnya tekanan massa yang terus mendesak untuk masuk ke dalam halaman dan gedung DPRD Kalsel guna menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Petugas kepolisian bersama personel pengamanan internal yang berupaya menahan laju massa tidak mampu membendung dorongan kuat secara masif, hingga struktur pagar tidak lagi sanggup menahan beban dan patah di beberapa titik.

Suasana di sekitar Jalan Padang Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, yang menjadi titik fokus aksi, semula berlangsung relatif terkendali saat para demonstran mulai berkumpul dan menyampaikan orasi-orasi politik mereka. Dengan membentangkan berbagai spanduk serta poster berisi tuntutan, massa menuntut kehadiran perwakilan anggota dewan untuk menemui mereka di luar gedung.

Namun, seiring berjalannya waktu dan belum adanya kepastian dari pimpinan atau anggota DPRD Kalsel untuk menemui pengunjuk rasa secara langsung, suhu ketegangan di lapangan mulai meningkat secara signifikan. Yel-yel tuntutan berubah menjadi desakan fisik sewaktu barisan depan demonstran mulai mendekati dan memegangi pagar utama kompleks perkantoran tersebut.

Aksi saling dorong yang terjadi di pintu gerbang utama berlangsung selama beberapa menit dalam kondisi sangat genting. Barikade rapat yang dibentuk oleh aparat kepolisian dari polda dan polresta setempat menahan gerak maju pengunjuk rasa dari sisi dalam gerbang. Di saat yang sama, massa aksi di luar terus merapatkan barisan dan mendorong pagar besi berukuran besar tersebut agar bisa masuk ke dalam area komplek parlemen daerah.

Tekanan kuat bertubi-tubi dari kerumunan massa yang berdesakan membuat fisik pagar bergetar hebat sebelum akhirnya roboh terhempas ke arah dalam halaman kantor dewan. Robohnya struktur pagar tersebut langsung memicu kepanikan singkat dan riuh riuh benturan besi dengan aspal di lokasi kejadian. Petugas dengan cepat memperketat barisan demi mencegah massa merangsek lebih jauh ke dalam area vital gedung dewan.

Pasca-insiden robohnya fasilitas publik tersebut, dinamika negosiasi di lapangan langsung diambil alih oleh pimpinan pengamanan dan perwakilan massa aksi guna menenangkan situasi agar tidak bertambah keruh.

Aparat kepolisian yang berada di tempat kejadian langsung mengamankan area sekitar pagar yang rusak untuk menghindari adanya korban luka akibat tumpukan besi atau pergesekan susulan. Langkah tegas namun terukur diambil demi memastikan situasi kembali kondusif di tengah riuhnya massa unjuk rasa.

"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap tenang dan menyampaikan aspirasinya secara tertib tanpa merusak fasilitas umum," tegas salah seorang perwira pengaman di lokasi kejadian saat berusaha menenangkan massa yang emosional.

Di sisi lain, perwakilan dari koordinator lapangan aksi unjuk rasa juga memberikan tanggapannya mengenai dinamika lapangan yang memanas hingga menyebabkan kerusakan fisik pada gerbang DPRD Kalsel tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk luapan kekecewaan massa yang merasa aspirasinya lambat direspons oleh para wakil rakyat.

"Aksi dorong-dorongan ini terjadi secara spontan karena massa merasa tidak ditemui oleh anggota dewan yang ada di dalam," ujar salah satu orator aksi di atas mobil komando.

Sementara itu, pihak Sekretariat DPRD Kalsel langsung melakukan inventarisasi dan pendataan atas kerusakan fasilitas gedung akibat peristiwa tersebut. Kerusakan utama terkonsentrasi pada engsel dan struktur pagar besi luar yang roboh total ke tanah.

"Pagar gedung dewan mengalami kerusakan cukup parah dan akan segera kami lakukan perbaikan demi keamanan komplek gedung," ungkap perwakilan Sekretariat DPRD Kalsel saat dikonfirmasi wartawan mengenai dampak fisik insiden tersebut.

Peristiwa robohnya pagar gedung DPRD Kalsel ini menjadi puncak dari rangkaian gelombang penyampaian aspirasi masyarakat dan kalangan mahasiswa di wilayah Kalimantan Selatan. Kompleks kantor parlemen di Banjarmasin ini kerap menjadi pusat gravitasi aksi demonstrasi setiap kali ada isu-isu strategis nasional maupun daerah yang menjadi sorotan publik.

Pengamanan di sekitar gedung wakil rakyat sebenarnya telah disiagakan sejak pagi hari sebelum massa aksi tiba di lokasi. Ratusan personel gabungan disebar di berbagai titik krusial, mulai dari area luar jalan raya, pintu masuk gerbang utama, hingga bagian dalam lobi gedung dewan. Prosedur standar pengamanan (SOP) pengerahan personil dan barikade awal disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum.

Meski pagar utama sempat ambrol dan menciptakan celah pengamanan, kesiapsiagaan personel polisi di garis belakang pagar berhasil mencegah terjadinya penerobosan massa secara meluas ke dalam gedung utama. Petugas pengaman membentuk barikade manusia secara rapat dengan tameng dan peralatan pengamanan standar untuk menutup celah pagar yang sudah roboh.

Negotiator dari kepolisian terus menjalin komunikasi intensif dengan para koordinator lapangan (korlap) demonstrasi. Langkah diplomasi di lapangan ini terbukti efektif menurunkan tensi tinggi, sehingga aksi tidak sampai membias menjadi bentrokan fisik yang lebih luas antara massa dan petugas pertahanan.

Setelah ketegangan mereda, perwakilan dari anggota DPRD Kalsel akhirnya keluar menemui massa aksi untuk menerima berkas tuntutan secara tertulis. Kehadiran wakil rakyat di tengah massa aksi membuat suasana perlahan kembali terkendali dan kondusif. Massa pengunjuk rasa secara bertahap mulai membubarkan diri dengan tertib meninggalkan area Jalan Padang Gatot Subroto di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian.

Kerusakan pada fasilitas pagar gedung dewan kini dalam penanganan tim pemeliharaan dan perbaikan internal DPRD Kalsel. Petugas kepolisian tetap menyiagakan sejumlah personel untuk melakukan penjagaan dan sterilisasi area hingga seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat selesai dan area dinyatakan aman sepenuhnya.

IH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update