Mempawah Zero Hotspot, BPBD Tetap Patroli Cegah Karhutla
pulaupenebang.com – Kabupaten Mempawah kembali diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah memastikan tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah mengatakan, berdasarkan pemantauan satelit, Kabupaten Mempawah saat ini berada dalam kondisi zero hotspot.
“Berdasarkan pantauan satelit, tidak ada titik api atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Mempawah. Saat ini, Kabupaten Mempawah zero hotspot,” ungkapnya, Selasa (6/10/2026) pagi.
Meski tidak terdeteksi titik panas, BPBD Mempawah tetap meningkatkan pengawasan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Petugas melakukan monitoring dan patroli secara rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.
“Walaupun kita sudah zero hotspot, namun kami tetap melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan. Setiap hari, petugas melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan karhutla,” sebutnya.
227,7 Hektare Lahan Terbakar
BPBD Mempawah mencatat, sepanjang periode Agustus hingga September 2026, luas hutan dan lahan yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai 227,7 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di sembilan kecamatan. Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, menjadi wilayah dengan luasan terdampak paling besar, yakni sekitar 58,7 hektare.
“Total 227,7 hektare hutan yang terbakar ini tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Mempawah. Untuk lokasi terluas terdampak karhutla berada di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir sekitar 58,7 hektare,” paparnya.
Dari total luasan tersebut, Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah yang melibatkan sejumlah instansi telah melakukan pemadaman di area sekitar 183 hektare.
Namun, data tersebut masih bersifat sementara. BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemetaan untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai luas lahan yang terbakar.
Masyarakat Diminta Ikut Cegah Karhutla
BPBD Mempawah mengingatkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Warga diminta turut menjaga lingkungan dan mewaspadai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah saja, melainkan perlunya kerjasama dan dukungan masyarakat. Kita minta masyarakat ikut andil menjaga lingkungannya dari potensi karhutla,” harapnya.
Kondisi zero hotspot saat ini diharapkan dapat dipertahankan melalui pemantauan rutin dan kerja sama antara pemerintah, petugas di lapangan serta masyarakat.
