Misi JSDF Bantu Padamkan Karhutla Kalbar Resmi Berakhir
pulaupenebang.com – Penugasan Japan Self-Defense Forces (JSDF) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat resmi berakhir. Kapal JS Kunisaki dijadwalkan meninggalkan Kijing International Port, Kabupaten Mempawah, pada Selasa (6/10/2026).
Berakhirnya operasi tersebut menandai selesainya rangkaian bantuan Jepang untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Staff Public Affairs JSDF, Letkol Koga Takeshi, memastikan seluruh kegiatan pasukan Jepang di Kalbar telah diselesaikan. Ia juga menyebut JS Kunisaki akan bertolak dari Kijing pada 6 Oktober.
Selama menjalankan tugas, JSDF mengerahkan helikopter CH-47 Chinook untuk membantu pemadaman dari udara. Komandan Pasukan Operasi Penugasan JSDF di Indonesia, Kolonel Shuni Nakahara, mengatakan helikopter tersebut telah menjalankan 61 penerbangan selama operasi berlangsung.
Seluruh penerbangan diarahkan untuk mendukung kegiatan pemadaman kebakaran di wilayah yang membutuhkan bantuan.
Pelaksanaan operasi sempat menghadapi tantangan akibat kondisi kabut asap. Jarak pandang yang terbatas membuat sejumlah penerbangan tidak dapat langsung dilakukan sesuai rencana.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, JSDF menyesuaikan pola operasi dengan memindahkan lokasi kegiatan serta membagi misi ke dalam dua pangkalan. Langkah tersebut dilakukan agar dukungan pemadaman tetap berjalan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Selain mengoperasikan helikopter, ratusan personel JSDF turut terlibat dalam mendukung berbagai kebutuhan operasi, mulai dari kegiatan di kapal, penerbangan hingga aktivitas pendukung di darat.
Kapal JS Kunisaki sendiri berperan sebagai salah satu pangkalan pendukung selama operasi berlangsung. Kapal tersebut menjadi tempat kedatangan dan persiapan personel serta helikopter CH-47 Chinook sebelum menjalankan misi pemadaman.
Bantuan JSDF diberikan setelah Pemerintah Indonesia meminta dukungan Jepang untuk membantu menghadapi karhutla di Kalimantan Barat.
Meski pasukan Jepang telah menyelesaikan tugasnya, persoalan karhutla di Kalbar belum sepenuhnya berakhir. Kebakaran dan kabut asap di sejumlah wilayah masih perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, penerbangan serta kondisi kesehatan.
