Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru 2026
pulaupenebang.com – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung sejumlah program hingga akhir 2026. Anggaran tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan subsidi upah, serta berbagai insentif dan diskon menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program-program tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi menjelang pergantian tahun.
Airlangga menyampaikan rencana tersebut setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah program yang disiapkan pemerintah antara lain bantuan pangan berupa beras, bantuan subsidi upah bagi pekerja yang memenuhi kriteria, serta insentif untuk periode libur akhir tahun.
“Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk tiga bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah,” ujar Airlangga, dikutip dari Antara.
Bantuan Beras dan Subsidi Upah
Salah satu program yang disiapkan adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan subsidi upah kepada pekerja yang memenuhi persyaratan program.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kemampuan belanja masyarakat, terutama menjelang periode liburan akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga dan mobilitas cenderung meningkat.
Diskon Natal dan Tahun Baru
Pemerintah juga menyiapkan berbagai program diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Insentif tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat selama liburan sekaligus mendukung pergerakan ekonomi.
“Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun,” kata Airlangga.
Dalam sidang kabinet, Airlangga turut melaporkan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menilai sejumlah indikator ekonomi masih mendukung pelaksanaan program-program tersebut.
Melalui bantuan dan insentif akhir tahun, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
