Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pontianak Masih Dibayangi Kabut Asap, Sekolah Bisa Alihkan Pembelajaran ke Rumah

✍️ Rani 🕒 08 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
KARHUTLA KALSEL: Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kampus Uniska Handil Bakti, Kalimantan Selatan. BPBD Kalbar memantau kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan serta pergerakan angin yang berpotensi membawa asap menuju Pontianak.
KARHUTLA KALSEL: Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kampus Uniska Handil Bakti, Kalimantan Selatan. BPBD Kalbar memantau kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan serta pergerakan angin yang berpotensi membawa asap menuju Pontianak. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Kabut asap masih membayangi Kota Pontianak di tengah kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Pergerakan angin dari kawasan yang masih terbakar membuat kualitas udara belum sepenuhnya membaik meski hujan deras sempat mengguyur Pontianak.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Barat Ridwan mengatakan kebakaran di Kalbar masih ditemukan, salah satunya di wilayah Ketapang. Arah angin dari kawasan tersebut juga bergerak menuju Pontianak.

“Kalau sumber memang wilayah Kalbar sendiri masih ada yang terbakar walaupun tidak besar. Itu berada di wilayah Ketapang, yang memang arah anginnya juga mengarah ke Kota Pontianak. Tetapi kita tidak saling menyalahkan ataupun menuding ke daerah lain. Hampir seluruh Kalimantan ini terbakar,” ujarnya.

Selain Kalbar, kebakaran juga masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, BPBD tidak menyimpulkan seluruh asap yang menyelimuti Pontianak berasal dari satu daerah tertentu. Arah angin hanya menjadi salah satu faktor yang dipantau dalam melihat potensi pergerakan asap.

“Kami tidak menyebutkan secara spesifik arah angin itu dari daerah lain. Kami hanya mengatakan bahwa daerah kita juga masih adanya terbakar, walaupun tidak besar. Daerah-daerah lain juga mengalami terbakar,” katanya.

Kualitas Udara Pontianak Masih Tidak Sehat

Hujan deras yang turun selama lebih dari satu jam pada Rabu (7/10) sore sempat membuat kondisi udara Pontianak membaik. Namun, berdasarkan pemantauan IQAir pada Kamis (8/10) pukul 00.00 waktu setempat, kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

IQAir mencatat AQI US Pontianak berada di angka 194 dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 117 mikrogram per meter kubik. Partikel PM2,5 menjadi polutan utama dalam pemantauan tersebut.

Data tersebut dihimpun dari lima stasiun pemantauan dengan tiga kontributor, yakni Laboratorium Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura, Greenpeace Indonesia dan 0° Latitude.

Namun, angka AQI US tersebut tidak dapat disamakan langsung dengan ISPU yang digunakan pemerintah sebagai salah satu acuan dalam mengambil kebijakan pendidikan.

Sekolah Bisa Pulangkan Siswa Jika Udara Memburuk

Kondisi kabut asap juga berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi Belajar dari Rumah (BDR) apabila kondisi udara di sekitar sekolah memburuk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan kebijakan tersebut memungkinkan sekolah bergerak lebih cepat dalam melindungi siswa dan tenaga pendidik.

“Ini sudah sangat memudahkan. Ini sudah kita sepakati dengan seluruh kepala dinas se-Kalbar. Ini istilahnya memberikan tombol on-off di sekolah kepada kepala sekolah,” kata Syarif.

Kewenangan tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Kalimantan Barat Nomor 400.3/536/DIKBUD-C tertanggal 25 September 2026.

Salah satu indikator yang digunakan adalah ISPU. Jika nilainya melebihi 200 dan kondisi asap di sekitar sekolah terlihat pekat, kepala sekolah dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.

“Kalau kualitas pencemaran udara itu di atas 200, maka kepala sekolah diberikan kewenangan untuk memulangkan siswa pada saat itu juga. Besoknya bisa dilakukan dengan Belajar dari Rumah (BDR),” ujarnya.

Kondisi udara dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, sekolah juga diperbolehkan mempertimbangkan kondisi lingkungan secara langsung bersama informasi kualitas udara yang tersedia.

“Misalnya ada laporan di wilayah sekitar ISPU-nya di atas 200, kemudian dipandang mata kualitas asap lumayan cukup pekat, mereka bisa mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran dari rumah pada saat itu juga,” jelasnya.

Mekanisme tersebut telah diterapkan di sejumlah sekolah di Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah dan Sintang.

Jika kualitas udara kembali membaik dan memenuhi ketentuan, sekolah dapat kembali menjalankan pembelajaran tatap muka.

“Jika hari ini kualitas ISPU-nya sudah di bawah 200, maka besok mereka tinggal mengumumkan kembali belajar luring,” kata Syarif.

Kabut Asap Ganggu Penerbangan

Dampak kabut asap juga dirasakan sektor transportasi udara. Bandara Singkawang kembali menghentikan sementara layanan penerbangan sejak Sabtu (3/10), hanya dua hari setelah kembali beroperasi pada 1 Oktober.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan jarak pandang yang menurun menjadi salah satu pertimbangan penghentian penerbangan.

“Pembatalan penerbangan karena kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang. Kondisi ini membahayakan penerbangan, jadi kami tidak bisa mengambil risiko,” kata Ilham, Rabu (7/10).

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi cuaca serta jarak pandang sebelum layanan penerbangan kembali dibuka.

Sementara itu, Bandara Internasional Supadio Pontianak sebelumnya masih melayani penerbangan sesuai jadwal. Pada Minggu (4/10), jarak pandang di bandara tersebut berada pada kisaran 1,2 hingga 2,5 kilometer.

Hingga informasi terakhir dalam laporan ini, belum tersedia keterangan terbaru mengenai operasional Bandara Supadio setelah hujan deras mengguyur Pontianak pada Rabu sore.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update