Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

YIARI Selamatkan Orangutan di Ketapang, Karhutla Rusak Habitat Satwa

✍️ Rani 🕒 23 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Orangutan Terdampak Karhutla di Kalimantan Barat.
Orangutan Terdampak Karhutla di Kalimantan Barat. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menimbulkan ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa liar. Di Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan seekor orangutan yang terjebak di kawasan terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang.

Penyelamatan tersebut dilakukan pada 30 September 2026 di Desa Laman Satong, Ketapang. Orangutan itu ditemukan di kawasan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dalam area perkebunan kelapa sawit yang terdampak karhutla.

Setelah dievakuasi, satwa tersebut mendapatkan penanganan dokter hewan sebelum dipindahkan ke fasilitas penangkaran. Upaya ini menjadi bagian dari perlindungan satwa liar yang kehilangan ruang hidup akibat kebakaran hutan.

Dampak karhutla terhadap satwa tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Kerusakan hutan dapat menghilangkan sumber makanan, tempat berlindung, dan ruang berkembang biak yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan populasi satwa.

Ratusan Satwa Liar Mendapat Penanganan

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan yang tercantum dalam bahan laporan, hingga 8 Oktober 2026 sebanyak 290 individu satwa liar telah ditangani di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut mencakup 96 orangutan dan 78 bekantan.

Penanganan karhutla juga melibatkan personel dari berbagai unsur. Dalam laporan yang sama, sebanyak 1.419 personel Manggala Agni dan 1.000 polisi kehutanan disebut telah dikerahkan. Selain itu, 5.000 aparatur sipil negara disiapkan untuk mendukung respons darurat.

Pemerintah juga dilaporkan menjatuhkan sanksi administratif kepada 32 perusahaan serta memproses 125 subjek hukum terkait dugaan pelanggaran kehutanan yang berkaitan dengan kebakaran.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Penyelamatan satwa, penegakan hukum, pencegahan kebakaran, dan pemulihan lingkungan juga perlu berjalan beriringan.

Pemulihan Habitat Jadi Tantangan

Dalam bahan laporan disebutkan, luas area yang terbakar di Indonesia selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 20.363 hektare. Kerusakan kawasan hutan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan meningkatkan tekanan terhadap berbagai spesies yang bergantung pada habitat alami.

Satwa yang kehilangan habitat dapat menghadapi kesulitan mencari pakan dan tempat berlindung. Karena itu, rehabilitasi kawasan terdampak menjadi bagian penting untuk mendukung pemulihan ekosistem dalam jangka panjang.

Di Kalimantan Barat, penyelamatan orangutan di Ketapang menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan yang berfungsi sebagai habitat satwa. Pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran dan aktivitas manusia di sekitar habitat perlu diperkuat agar risiko terhadap satwa dapat ditekan.

Perlindungan Keanekaragaman Hayati Jadi Perhatian Dunia

Perlindungan habitat juga menjadi bagian dari agenda keanekaragaman hayati global melalui Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal. Kerangka tersebut mencakup target melindungi 30 persen wilayah daratan dan perairan serta memulihkan 30 persen ekosistem terdegradasi pada 2030.

Target tersebut menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati. Kerusakan habitat di suatu wilayah dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang lebih luas.

Penanganan karhutla karena itu membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga konservasi, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain memadamkan api, upaya pencegahan, penegakan hukum, penyelamatan satwa, dan pemulihan habitat perlu menjadi perhatian agar hutan tetap mampu menopang kehidupan manusia dan satwa liar.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update