Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Kalbar, Karhutla Masih Mengancam hingga 10 November

✍️ Rani 🕒 04 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Peta sebaran potensi kemudahan terjadinya karhutla di Kalbar.
Peta sebaran potensi kemudahan terjadinya karhutla di Kalbar. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mendeteksi 30 titik panas atau hotspot dalam pemantauan selama 24 jam terakhir.

Selain temuan tersebut, kondisi sebagian besar wilayah Kalbar diperkirakan masih berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar selama sepekan ke depan, yakni pada 4–10 November 2026.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Reny, menjelaskan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran masih tinggi meskipun hujan mulai turun di sejumlah daerah.

“Untuk pantauan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir terdeteksi 30 titik panas di wilayah Kalimantan Barat. Untuk indeks kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam satu minggu ke depan umumnya wilayah Kalimantan Barat masih masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama pada tanggal 4 hingga 10 November 2026,” kata Reny dalam Warta Berita Pagi Pro 1 RRI Pontianak.

Menurutnya, kondisi lahan yang mulai mengering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Suhu udara maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius juga berpotensi memperbesar kerawanan munculnya titik api baru.

Selain itu, kecepatan angin yang dapat mencapai 35 kilometer per jam perlu menjadi perhatian karena dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

BMKG juga mencatat kelembapan udara berkisar antara 56 hingga 98 persen. Kondisi tersebut menjadi bagian dari faktor cuaca yang terus dipantau dalam memperkirakan tingkat kerawanan kebakaran, termasuk di kawasan gambut.

Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala, terutama di wilayah perbatasan dan kawasan perkebunan. Informasi perkembangan kondisi cuaca dan peta kerawanan karhutla juga dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran yang dapat meluas dan memicu kabut asap di wilayah Kalimantan Barat.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update