100 Relawan Karhutla Kalbar Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pertolongan Pertama
pulaupenebang.com – Sebanyak 100 relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pendistribusian air bersih di Kalimantan Barat mendapat pemeriksaan kesehatan dan edukasi pertolongan pertama.
Kegiatan tersebut digelar Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat di Markas PMI Kalbar, Pontianak, Kamis (1/10/2026).
Peserta kegiatan berasal dari relawan gabungan pemadam karhutla #PrayForKalimantan serta petugas PMI Kalbar yang selama ini bertugas mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari perhatian terhadap kondisi relawan yang banyak beraktivitas di lapangan selama penanganan karhutla. Selain pemeriksaan, para relawan juga memperoleh edukasi mengenai langkah pertolongan pertama dalam menghadapi sejumlah kondisi yang dapat terjadi saat bertugas.
Materi yang diberikan mencakup penanganan luka ringan, menjaga kebersihan kulit setelah melakukan aktivitas dengan potensi paparan kuman tinggi, hingga langkah umum dalam merespons keluhan pada tenggorokan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Firdaus, mengatakan pemeriksaan juga menjadi ruang bagi relawan untuk menyampaikan keluhan kesehatan yang mereka alami selama menjalankan tugas.
“Keluhan setiap orang berbeda, sehingga langkah pertama adalah mendengarkan dan menilai apakah mereka memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai pertolongan awal, khususnya ketika relawan maupun masyarakat mengalami luka ringan saat berada di lapangan.
“Untuk luka ringan, relawan dan warga dapat mengingat langkah sederhana: tetap tenang, bersihkan luka dengan air bersih, gunakan antiseptik yang sesuai, lalu tutup luka dengan balutan bersih,” katanya.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, menyebut kondisi kesehatan dan keselamatan relawan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, aktivitas relawan dan PMI tidak terbatas pada penanganan kebakaran. Mereka juga menjalankan berbagai layanan kemanusiaan, termasuk dukungan medis, distribusi logistik, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Keselamatan serta kesehatan petugas dan relawan juga perlu menjadi perhatian. Kemanusiaan tidak pernah bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan pengalaman para relawan selama berada di lapangan dapat menjadi bahan untuk pengembangan edukasi mengenai kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama.
“Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka,” katanya.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap 100 relawan. Pada Jumat (2/10), kegiatan serupa dijadwalkan menyasar sekitar 50 warga yang berada di lokasi distribusi air bersih.
Tim juga direncanakan melakukan peninjauan ke lokasi karhutla atau lahan gambut dengan tetap mengikuti arahan keselamatan dari PMI. Selain itu, kunjungan akan dilakukan ke instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81) di Kabupaten Kubu Raya.
