59 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ketapang dan Kayong Utara Jadi Fokus Penanganan
pulaupenebang.com – Sebanyak 59 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 23.59 WIB.
Hotspot tersebut tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 45 titik, disusul Sanggau tujuh titik, Sintang dan Kubu Raya masing-masing tiga titik, serta Kayong Utara satu titik.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan keberadaan titik panas tersebut masih perlu dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kalbar pun mendorong satgas darat dan satgas udara melakukan ground check di wilayah masing-masing untuk memastikan apakah hotspot yang terdeteksi benar-benar merupakan titik api.
“Untuk memastikan titik panas ini adalah api, maka hari ini Pemprov Kalbar melalui Kepala BPBD Kalbar mendorong seluruh satgas darat, dan satgas udara untuk melakukan ground check di wilayah masing-masing,” kata Daniel, Minggu (4/10).
Ketapang dan Kayong Utara Jadi Perhatian
Penanganan karhutla saat ini masih mendapat perhatian khusus di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
BPBD Kalbar menyebut operasi darat dan udara difokuskan untuk membantu penanganan di dua wilayah tersebut karena masih ditemukan titik api. Sementara daerah lain yang kondisinya lebih aman diarahkan untuk melakukan patroli dan pengawasan.
Dalam operasi udara, helikopter disiapkan untuk melakukan water bombing apabila hasil pengecekan menunjukkan adanya api yang tidak dapat ditangani melalui jalur darat.
“Ground check akan dilakukan untuk memastikan keberadaan titik api. Apabila ditemukan api yang tidak dapat dipadamkan melalui jalur darat, informasi tersebut akan segera dilaporkan kepada helikopter untuk dilakukan water bombing,” ujar Daniel.
Kondisi di Kayong Utara juga menjadi perhatian karena pemadaman dari udara sebelumnya sempat terkendala kabut asap yang membuat jarak pandang terbatas. Pada 3 Oktober, helikopter Super Puma H225 melakukan 28 kali water drop di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, dengan total 112.000 liter air.
Jarak Pandang Sejumlah Wilayah Masih Terbatas
Selain titik panas, kondisi jarak pandang juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Berdasarkan informasi BMKG yang diperbarui pada Minggu (4/10) pagi, jarak pandang pendek masih terjadi di Kubu Raya, Singkawang, Ketapang, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan darat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi wilayah dengan jarak pandang terbatas.
Hujan Masih Berpotensi Turun
BMKG masih memprakirakan adanya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Kalbar. Namun, potensi hujan tersebut belum merata.
Kondisi ini membuat ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, khususnya di Ketapang dan Kayong Utara.
BMKG memperkirakan periode 5–11 Oktober masih memiliki potensi kemudahan terjadinya karhutla. Risiko tertinggi diperkirakan terjadi pada 7–9 Oktober, terutama di wilayah selatan Kalbar seperti Ketapang dan Kayong Utara.
Pada Minggu (4/10) hingga pukul 23.00 WIB, tercatat 24 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalbar. Seluruhnya berada di Kabupaten Ketapang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Sabtu (3/10), ketika Ketapang mencatat delapan hotspot tingkat kepercayaan tinggi.
Karena itu, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi wilayah masih mudah terbakar.
