Bank Kalbar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Perbatasan Kalbar
pulaupenebang.com - Bank Kalbar memperkuat upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan inovasi layanan perbankan.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Semiloka dan Focus Group Discussion (FGD) bertema Transformasi SDM dan Inovasi di Kawasan Perbatasan yang digelar pada September 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama jajaran Bank Kalbar.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan transformasi menjadi bagian penting bagi perusahaan dalam menghadapi perkembangan kebutuhan ekonomi masyarakat, termasuk di kawasan perbatasan.
“Sebagai garda terdepan ekonomi daerah, kami berkomitmen untuk terus bertransformasi,” ujar Rokidi.
Menurut Rokidi, transformasi tidak hanya berkaitan dengan pembenahan internal perusahaan. Bank Kalbar juga berupaya menghadirkan layanan yang lebih adaptif dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Entikong, Badau, Aruk, dan Jagoi Babang. Wilayah-wilayah tersebut memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi bagian dari aktivitas perdagangan serta pergerakan ekonomi lintas batas.
Perkuat SDM dan Layanan Perbankan
Penguatan kompetensi SDM menjadi salah satu fokus yang dibahas dalam forum tersebut. Bank Kalbar menilai kualitas SDM diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi.
Selain SDM, inovasi layanan perbankan juga menjadi perhatian. Layanan digital maupun konvensional diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat perbatasan memperoleh akses keuangan.
“Bagaimana kita menguatkan SDM yang tangguh, sekaligus melahirkan inovasi layanan yang adaptif untuk masyarakat di Entikong, Badau, Aruk, Jagoi Babang dan seluruh wilayah perbatasan di Kalimantan Barat,” katanya.
Dorong Akses Keuangan dan UMKM
Penguatan layanan perbankan di kawasan perbatasan juga diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan. Akses pembiayaan dan layanan perbankan diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mengembangkan kegiatan usahanya.
Peran layanan keuangan digital juga semakin penting di kawasan perbatasan. Bank Indonesia Kalbar sebelumnya menyebut pembayaran digital lintas negara memiliki potensi untuk mendukung perdagangan, pariwisata, serta UMKM di wilayah perbatasan. Program QRIS Betang juga telah diperluas ke PLBN Entikong, Badau, dan Jagoi Babang.
Dengan penguatan SDM, inovasi layanan, dan akses pembiayaan, sektor perbankan diharapkan dapat ikut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
