Singkawang Bidik TP2DD Terbaik Kalbar 2027, Pemkot Genjot Digitalisasi Keuangan
Pemerintah Kota Singkawang secara resmi memasang target ambisius untuk keluar sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan predikat terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2027 mendatang. Langkah strategis ini ditempuh melalui akselerasi dan penguatan menyeluruh pada sistem digitalisasi transaksi keuangan di lingkup pemerintahan daerah, guna menciptakan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, serta berdaya saing tinggi menghadapi perkembangan era digital modern.
Target besar tersebut mengemuka dalam forum High Level Meeting (HLM) TP2DD yang melibatkan sinergi strategis bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan penting yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang ini menjadi momentum konsolidasi bagi jajaran pimpinan daerah untuk memetakan langkah-langkah taktis dalam mengoptimalkan elektronifikasi transaksi, baik pada sektor pendapatan maupun belanja daerah.
Dalam pemaparannya, komitmen kuat diperlihatkan oleh pemerintah setempat mengingat pentingnya peran digitalisasi sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Berdasarkan data dan evaluasi yang ada, dari total seluruh kabupaten dan kota yang membentang di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, tercatat baru segelintir daerah yang secara konsisten dan masif mengimplementasikan berbagai inovasi digital di sektor keuangan. Singkawang bertekad tidak hanya sekadar ikut serta, tetapi juga memimpin barisan dalam hal efektivitas dan inovasi penerapan transaksi non-tunai.
Lebih lanjut, berbagai eviden atau bukti dukung administratif maupun teknis terkait kinerja digitalisasi keuangan di Kota Singkawang dilaporkan telah banyak dihasilkan. Eviden-eviden ini mencakup implementasi instrumen pembayaran digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang dirancang untuk mempermudah pertanggungjawaban anggaran belanja instansi pemerintah secara transparan. Kehadiran instrumen modern ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa setiap aliran dana masuk dan keluar dapat terpantau secara real-time.
Transformasi digital yang masif ini bukan tanpa alasan mendasar. Pemerintah Kota Singkawang memandang bahwa sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan yang terintegrasi secara elektronik harus mampu mewujudkan prinsip yang semakin mudah, cepat, aman, serta transparan bagi seluruh lapisan masyarakat maupun pelaku birokrasi. Dengan ekosistem digital yang terbangun rapi, masyarakat selaku wajib pajak atau pengguna layanan publik akan merasakan kemudahan dalam menunaikan kewajiban finansial mereka tanpa harus berhadapan dengan birokrasi konvensional yang kerap memakan waktu lama.
Selain berfokus pada kemudahan layanan publik, penguatan digitalisasi keuangan daerah ini juga diarahkan secara spesifik untuk memperketat sistem pengawasan internal. Melalui mekanisme non-tunai dan optimalisasi sistem berbasis online, celah-celah yang selama ini berpotensi memicu kebocoran anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah preventif ini sekaligus berfungsi sebagai perisai efektif untuk meminimalisasi berbagai bentuk praktik kecurangan atau penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Penerapan digitalisasi di Singkawang sendiri tidak hanya menyangkut sektor pendapatan pajak atau retribusi umum saja, melainkan terus diperluas ke berbagai lini strategis lainnya, termasuk tata kelola keuangan pada badan-badan layanan publik seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Digitalisasi e-BLUD secara konsisten didorong melalui pelaksanaan bimbingan teknis intensif bagi para pengelola instansi terkait agar standar pelayanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya dapat berjalan selaras dengan visi transparansi keuangan digital.
Menyongsong target tahun 2027, jajaran Pemerintah Kota Singkawang menyadari bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci penentu keberhasilan. Kolaborasi aktif dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, lembaga perbankan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam membudayakan transaksi nontunai akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Melalui fondasi digital yang kokoh, tertib administrasi, serta pengawasan yang transparan, Singkawang optimistis mampu mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, modern, sekaligus merengkuh predikat sebagai daerah dengan kinerja TP2DD terbaik di Kalimantan Barat.
