Senin, 05 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

UID dan Tsinghua Kembangkan Konsep Kota Berbasis AI di Indonesia

✍️ Rani 🕒 05 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya (kiri) dan Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata (kanan) memberikan keterangan terkait pengembangan riset di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Bali, Minggu (4/10/2026).
Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya (kiri) dan Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata (kanan) memberikan keterangan terkait pengembangan riset di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Bali, Minggu (4/10/2026). Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Pengembangan kota berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai diarahkan tidak hanya pada kemajuan teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

United in Diversity (UID) Bali Campus bersama Tsinghua Southeast Asia Center tengah mengembangkan konsep penataan kota yang menggabungkan AI, design thinking, systems thinking, serta nilai lokal Tri Hita Karana.

Konsep tersebut dikembangkan melalui program Happy Digital X yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya mengatakan penerapan teknologi dalam pembangunan kota tetap perlu memperhatikan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

"Yang lebih penting adalah semua itu digabungkan supaya kita bisa menciptakan kota-kota yang lebih membahagiakan untuk warganya," kata Tantowi dalam China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik dan teknologi. Nilai sosial serta budaya masyarakat juga perlu menjadi bagian dari proses pengembangan kota.

Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata mengatakan pendekatan tersebut berupaya menghubungkan aspek manusia, teknologi, dan nilai-nilai lokal dalam pembangunan.

Kolaborasi UID dan Tsinghua juga diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Selain pengembangan kota berbasis AI, kedua pihak turut mendorong peningkatan talenta digital di Bali melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

UID disebut telah ditunjuk sebagai salah satu Garuda Spark Hub Innovation Hub, yang menjadi penghubung berbagai inisiatif dan kegiatan komunitas untuk memperluas akses talenta Bali terhadap pendidikan AI dan teknologi digital. 

Shobi menilai pengembangan AI tidak cukup hanya dengan membangun mesin dan infrastruktur. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta transfer pengetahuan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas teknologi Indonesia.

Kerja sama dengan perguruan tinggi dan pelaku industri di China diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman serta pengetahuan mengenai perkembangan teknologi terbaru.

Di sisi lain, kolaborasi UID dan Tsinghua juga telah dikaitkan dengan penerapan inovasi untuk membantu penanganan stunting di Sumedang, Jawa Barat. Shobi menyebut angka stunting di wilayah tersebut mengalami penurunan 50 persen dari tahun ke tahun. 

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update