Kamis, 15 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Upaya Penanganan Karhutla: Wali Kota Palangka Raya Minta Bantuan Presiden Lewat Menhut

✍️ Imam Hermawan 🕒 14 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Upaya Penanganan Karhutla
Upaya Penanganan Karhutla Foto: istimewa

PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melangkah tegas dalam menyikapi ancaman krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengepung wilayah setempat. Wali Kota Palangka Raya secara resmi mengajukan permohonan Bantuan Presiden (Banpres) khusus penanganan bencana ekologis tersebut melalui koordinasi erat bersama Menteri Kehutanan. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat armada, logistik, serta daya tempur personel lapangan yang berjuang memadamkan titik-titik api di area rawan gambut.

Di tengah kesiapsiagaan fisik dan teknis yang terus ditingkatkan, orang nomor satu di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut juga menyisipkan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh lapisan warga. Pemkot menilai bahwa mengatasi bencana sebesar karhutla tidak cukup hanya mengandalkan intervensi fisik atau teknologi penanggulangan bencana belaka, melainkan harus dibarengi dengan pendekatan keagamaan dan doa bersama agar wilayah Palangka Raya dilindungi dari dampak buruk asap.

Pesan Wali Kota dan Tindakan Teknis

Dalam penyampaian resminya terkait situasi darurat yang dialami daerah, Wali Kota Palangka Raya menggarisbawahi pentingnya bersinergi antara ikhtiar lahiriah dan batiniah. Beliau mendorong seluruh instansi, relawan, dan elemen masyarakat agar tidak patah semangat di tengah medan pemadaman yang sulit, sembari terus memohon petunjuk serta rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wali Kota menekankan pesan moralnya kepada publik:

"Banyak berdoa,"

ujarnya singkat namun mendalam saat menyampaikan imbauan spiritual tersebut.

Terkait upaya formal ke pemerintah pusat, permohonan Banpres Karhutla yang disampaikan melalui Menteri Kehutanan diharapkan dapat merealisasikan dukungan sarana pemadaman yang lebih masif. Bantuan tersebut ditargetkan untuk menyasar kebutuhan vital, seperti helikopter pemadam (water bombing), peralatan operasi jalur darat untuk membelah hutan gambut, hingga penguatan dana operasional bagi para relawan dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang bersiaga 24 jam.

Langkah pengajuan Bantuan Presiden ini bukan tanpa alasan. Karakteristik lahan di Palangka Raya yang didominasi oleh tanah gambut tebal membuat pemadaman api permukaan sering kali tidak cukup. Api kerap menjalar secara tertutup di bawah permukaan tanah (subsurface fire), sehingga membutuhkan peralatan teknis bertekanan tinggi dan pasokan air yang konstan. Dalam kondisi sumber air alami yang kian menyusut akibat musim kemarau, keterlibatan dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat menjadi krusial.

Gambaran Krisis dan Tantangan Pemadaman

Bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangka Raya merupakan persoalan tahunan yang selalu membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan. Ketika musim kemarau mencapai puncaknya, vegetasi semak belukar dan tingginya kandungan bahan organik di tanah gambut menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Percikan api kecil dari kelalaian manusia maupun aktivitas pembukaan lahan dapat dengan cepat meluas menjadi kabut asap pekat.

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat melalui lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tetapi juga melumpuhkan sektor pendidikan, mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, serta memukul aktivitas ekonomi lokal. Pemkot Palangka Raya bersama BPBD, TNI, Polri, serta Manggala Agni terus berupaya melakukan penyekatan dan pemadaman basah pada area-area yang terdeteksi memiliki hotspot (titik panas).

Meskipun begitu, keterbatasan jumlah personel dan armada pemadam kerap menjadi kendala utama saat titik api muncul secara bersamaan di beberapa kecamatan. Oleh sebab itu, jalur diplomasi anggaran dan bantuan logistik lewat Bantuan Presiden dinilai sebagai jawaban paling realistis untuk menutup celah kekurangan daya dukung di daerah.

Di samping mengandalkan bantuan pusat, Pemkot Palangka Raya juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga ketua RT/RW untuk memperketat pengawasan di wilayah masing-masing. Sosialisasi larangan membakar lahan secara sembarangan terus digencarkan. Sanksi tegas juga siap diberlakukan bagi oknum-oknum yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Sisi Kemanusiaan

Secara historis, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah membutuhkan sinergi multi-pihak. Pengalaman bencana kabut asap hebat pada tahun-tahun sebelumnya memberikan pelajaran berharga bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat penegak hukum harus berjalan harmonis tanpa sekat birokrasi yang berbelit-belit.

Menteri Kehutanan diharapkan dapat menjadi penyambung lidah daerah yang efektif dalam menyampaikan urgensi Bantuan Presiden ini langsung ke meja Istana. Jika bantuan tersebut dapat segera direalisasikan, penanganan titik api di lokasi terisolasi dan sulit dijangkau moda darat akan jauh lebih cepat teratasi sebelum meluas ke pemukiman warga.

Di sisi lain, imbauan Wali Kota agar warga banyak berdoa juga direspon positif oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemuka agama di Palangka Raya. Gelaran doa bersama, baik di masjid, gereja, maupun rumah-rumah ibadah lainnya, mulai digelorakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan rahmat yang mampu memadamkan sisa-sisa bara api di dalam tanah gambut.

Dengan dipadu padankannya langkah strategis pengajuan Banpres Karhutla ke pusat, kesiapsiagaan tim pemadam di lapangan, serta dorongan spiritual bagi warga, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis dapat melewati krisis musim kemarau tahun ini dengan meminimalisasi dampak buruk yang ditimbulkan. Kesadaran bersama dari seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama agar kota berjuluk Kota Cantik ini bebas dari ancaman bencana kabut asap.

IH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update