Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Aksi Maling Mangga di Pontianak Berujung Evakuasi Gerinda, Sang Ibu Histeris hingga Pingsan di Lokasi

✍️ Imam Hermawan 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Foto: Polisi merekonstruksi kejadian GP, pria di Pontianak yang terjatuh dan tertancap tombak pagar saat mengambil mangga warga.
Foto: Polisi merekonstruksi kejadian GP, pria di Pontianak yang terjatuh dan tertancap tombak pagar saat mengambil mangga warga. Foto: dok. Polsek Pontianak Selatan

Sebuah insiden bernuansa nahas sekaligus menghebohkan warga Jalan Perdana, Kompleks Bali Agung II, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, mendadak viral setelah seorang pemuda berinisial GP (20) mengalami kecelakaan parah. Niat hati ingin mengambil buah mangga di pekarangan rumah warga, pemuda tersebut justru berakhir dengan kondisi mengenaskan lantaran bagian tubuhnya tertancap pada ujung pagar besi runcing berbentuk tombak. Peristiwa yang menyita perhatian publik ini tidak hanya melibatkan proses evakuasi dramatis menggunakan mesin gerinda, tetapi juga diwarnai oleh drama keluarga yang membuat suasana lokasi kejadian semakin mencekam ketika ibu kandung korban mendadak jatuh pingsan akibat syok berat melihat kondisi anaknya.

Insiden yang terjadi pada malam hari tersebut sontak membuat warga sekitar gempar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak berwajib dan para saksi mata di lapangan, malapetaka ini bermula ketika GP nekat menyusup dan memanjat pagar sebuah rumah warga seorang diri guna memetik buah mangga. Tanpa disadari oleh korban, struktur bangunan pengaman rumah targetnya memiliki ornamen besi tajam di bagian atas. Ketika ia berusaha meraih serta menarik sekumpulan buah mangga dari salah satu dahan yang menjulur, musibah pun datang seketika. Dahan pohon yang ditariknya mendadak patah, menyebabkan keseimbangan tubuhnya langsung hilang seketika dan membuatnya terjatuh dalam posisi terduduk tepat di atas ujung pagar besi yang runcing.

Posisi jatuh yang sangat fatal membuat bagian tubuh bawah korban, tepatnya area bokong hingga panggul, tertusuk dan tersangkut erat pada besi pagar. Terjebak dalam kondisi kesakitan luar biasa, korban sempat mengeluarkan rintihan serta teriakan lirih meminta pertolongan kepada orang-orang di sekitar lokasi. Suara teriakan tersebut awalnya sempat disangka sebagai aksi kejahatan jalanan oleh warga setempat. Zakaria (53), seorang satpam indekos yang berada tidak jauh dari tempat kejadian, mengaku sempat mengira suara tersebut merupakan jeritan korban begal sebelum akhirnya memberanikan diri mengecek sumber suara bersama keluarganya. Senada dengan hal tersebut, Adit (31) selaku penjual kopi keliling di sekitar tempat kejadian juga mendengar jelas teriakan minta tolong dan langsung mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di atas pagar besi.

Mengingat kondisi luka yang sangat kritis dan posisi korban yang terkunci pada besi pagar, warga sekitar tidak berani melakukan evakuasi secara sembarangan. Evakuasi darurat akhirnya melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga tim medis ambulans. Karena besi tidak mungkin ditarik begitu saja demi menghindari pendarahan yang lebih masif, petugas terpaksa harus menggunakan mesin gerinda tangan untuk memotong kerangka pagar secara hati-hati. Proses pemotongan yang diwarnai percikan api ini memakan waktu beberapa puluh menit di tengah kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian.

Situasi di sekitar tempat kejadian berubah menjadi sangat emosional dan mengharu-blue ketika sejumlah anggota keluarga korban, termasuk sang ibu, tiba di lokasi. Melihat kondisi anak kandung mereka yang terjepit kesakitan dengan besi masih menancap di tubuhnya, pihak keluarga langsung berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya. Tekanan mental yang terlalu berat membuat ibu korban mendadak jatuh pingsan di tengah kerumunan warga, sehingga tim medis yang berada di lokasi harus segera memberikan pertolongan pertama kepada sang ibu.

Setelah bagian pagar berhasil dipotong oleh petugas menggunakan gerinda, GP akhirnya berhasil dievakuasi bersama sisa besi yang masih melekat pada tubuhnya. Korban langsung dilarikan menggunakan kendaraan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Kombes Pol drg. Josep Ginting, menyatakan bahwa pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi masih sadar meskipun mengalami luka tusuk yang cukup serius di bagian panggul. Mengingat kondisi tersebut menyangkut keselamatan jiwa, tim dokter langsung mempersiapkan tindakan operasi besar yang memakan waktu hingga berjam-jam.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Pontianak Selatan bersama jajaran terkait langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menghimpun keterangan dari para saksi mata. Selain mengamankan lokasi, pihak berwajib turut mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar tempat kejadian, berupa 21 buah mangga serta sebuah karung atau kain berwarna hitam yang diduga dipersiapkan oleh korban untuk menampung hasil curiannya. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut secara humanis sembari menunggu kondisi kesehatan korban maupun pihak keluarga pulih dari trauma mendalam akibat insiden nahas yang tidak disangka-sangka ini.

IH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update