Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Atasi Kabut Asap Karhutla, Polres Barsel Gelar Salat Istisqa Bersama Warga

✍️ Imam Hermawan 🕒 16 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Polres Barsel salat istisqa minta hujan
Polres Barsel salat istisqa minta hujan Foto: istimewa

BUNTOK — Dalam upaya spiritual menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu penuangan kabut asap pekat, Kepolisian Resor (Polres) Barito Selatan (Barsel) menggelar ibadah Salat Istisqa berjamaah. Aksi permohonan doa untuk mengetuk pintu langit agar diturunkan hujan ini dilaksanakan di halaman Markas Polres Barsel, Buntok, Kalimantan Tengah. Kegiatan ibadah ini diikuti oleh jajaran personel kepolisian, unsur Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, instansi lintas sektoral, tokoh agama, hingga warga masyarakat setempat yang turut merasakan dampak buruk pencemaran udara akibat karhutla.

Pelaksanaan ibadah shalat meminta hujan ini menjadi simbol ikhtiar batiniah di tengah masifnya perjuangan fisik jajaran petugas pemadam di lapangan. Selama beberapa pekan terakhir, wilayah Barito Selatan dan sekitarnya terus digempur oleh kemunculan titik-titik api (hotspot) yang melalap kawasan semak belukar dan lahan gambut. Dampaknya, kepulan asap tebal menyelimuti permukiman warga, mengganggu aktivitas harian, serta menurunkan kualitas udara hingga level yang mengkhawatirkan bagi kesehatan pernapasan masyarakat.

Kapolres Barito Selatan menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah Salat Istisqa ini merupakan pelengkap dari seluruh rangkaian kerja keras fisik yang selama ini telah diupayakan tanpa kenal lelah oleh Satgas Karhutla.

"Selain upaya pemadaman darat dan udara yang terus kita lakukan setiap hari, kita juga menyadari ada keterbatasan manusia. Oleh karena itu, kita berserah diri dan memohon bantuan kepada Allah SWT melalui Salat Istisqa ini agar hujan yang lebat segera diturunkan untuk memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau," ujar Kapolres Barsel dalam keterangannya usai pelaksanaan salat.

Detail Kegiatan & Kondisi Lapangan

Suasana khusyuk dan penuh haru mewarnai jalannya ibadah Salat Istisqa tersebut. Ratusan jamaah yang hadir tampak melantunkan doa-doa permohonan ampun dan keselamatan di bawah naungan langit yang tampak redup akibat terhalang lapisan kabut asap. Ibadah dua rakaat tersebut dilanjutkan dengan penyampaian khotbah khusus yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, menjaga kelestarian alam, serta tidak melakukan tindakan-tindakan destruktif seperti membuka lahan dengan cara membakar.

Dalam khotbahnya, khatib mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan memohon perlindungan dari segala bentuk bencana alam. Para jamaah diajak untuk menundukkan hati, memperbanyak istigfar, dan memohon agar rahmat Tuhan berupa hujan yang lebat dan membawa berkah dapat segera mengguyur bumi Dahani Trikarya julukan bagi Kabupaten Barito Selatan.

Masalah karhutla di Kabupaten Barito Selatan sendiri memang tergolong kompleks. Karakteristik lahan gambut yang dalam membuat pemadaman api di permukaan sering kali belum menuntaskan sumber kebakaran di bawah tanah. Api di area gambut kerap kembali membara dan memicu asap pekat saat ditiup angin kencang. Hal inilah yang membuat jalur pemadaman darat memerlukan pasokan air yang sangat besar atau curah hujan alami berintensitas tinggi untuk dapat memadamkan api secara total hingga ke bagian dalam tanah.

Di sisi lain, jajaran Kepolisian Resor Barito Selatan bersama instansi terkait menegaskan akan terus mengintensifkan patroli pencegahan dan penegakan hukum secara tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja. Langkah edukasi dan sosialisasi kepada pemilik lahan, petani, dan perusahaan terus disosialisasikan agar kesadaran bersama dapat terbangun.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari dampak gangguan saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan partikel asap. Masyarakat juga diharapkan tidak ragu untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila melihat potensi titik api baru di sekitar wilayah pemukiman maupun perkebunan mereka.

Melalui perpaduan antara penanggulangan fisik di lapangan, penegakan hukum yang konsisten, serta ketulusan doa bersama dalam Salat Istisqa ini, diharapkan kondisi kualitas udara di Barito Selatan dapat segera membaik dan ancaman bencana karhutla dapat sepenuhnya diatasi demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga.

IH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update