Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Batuk Lebih dari Dua Pekan Bisa Jadi Gejala TBC, Kenali Tanda Lainnya

✍️ Rani 🕒 17 Oct 2026 👁️ 16x dibaca
ilustrasi.
ilustrasi. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Batuk yang berlangsung lebih dari dua pekan perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi salah satu tanda tuberkulosis (TBC). Keluhan ini kerap dianggap biasa, terutama oleh perokok yang sudah terbiasa mengalami batuk berulang.

Dokter spesialis paru konsultan infeksi, Dr. dr. Fathiyah Isbaniah, Sp.P(K), M.Pd.Ked., mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan batuk berkepanjangan dan segera memeriksakan diri untuk mengetahui penyebabnya.

“batuk lebih dari dua minggu perlu dicurigai sebagai TB. Pada orang dengan penurunan daya tahan tubuh, seperti penderita HIV dan diabetes, batuk dengan durasi berapa pun perlu diwaspadai,” kata Fathiyah kepada ANTARA, Sabtu (17/10/2026).

Selain batuk yang tak kunjung reda, TBC dapat disertai sejumlah gejala lain, seperti demam ringan pada sore atau malam hari, keringat malam, berkurangnya nafsu makan, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Dokter spesialis paru Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), menjelaskan bahwa gejala TBC dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian penderita mengalami batuk berkepanjangan, sedangkan lainnya merasakan tubuh mudah lelah, lemas, dan kehilangan semangat untuk beraktivitas.

“Gejalanya bervariasi, tapi yang terakhir itu lebih dari dua pekan, kemudian nafsu makan berkurang, berat badan turun. Kemudian ada gejala-gejala demam sore hari atau malam hari, kadang-kadang berkeringat malam,” ujar Faisal.

Batuk Berkepanjangan Jangan Hanya Diobati Sendiri

Kebiasaan menganggap batuk sebagai gangguan ringan dapat membuat pemeriksaan TBC tertunda. Menurut Faisal, hal ini antara lain terjadi pada perokok yang menganggap batuk sebagai kondisi yang biasa dialami sehari-hari.

Sebagian masyarakat juga memilih mengonsumsi obat batuk atau ramuan herbal terlebih dahulu tanpa memastikan penyebab keluhan tersebut.

Padahal, batuk yang berkaitan dengan TBC dapat berupa batuk kering maupun berdahak. Batuk berdarah juga bisa terjadi, tetapi tidak selalu menunjukkan TBC karena dapat disebabkan oleh kondisi medis lain.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya mengandalkan gejala atau pengobatan mandiri untuk menentukan penyebab batuk. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Kontak Erat Pasien TBC Perlu Mendapat Pemeriksaan

Selain mendorong pemeriksaan dini, Faisal menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif untuk menekan penyebaran TBC.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai active case finding, yaitu upaya mencari orang yang kemungkinan terinfeksi, termasuk mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.

“Kalau kita tidak melakukan secara aktif, TB ini tidak bisa habis. Makanya namanya active case finding, menemukan pasien secara aktif,” katanya.

Apabila seseorang terdiagnosis TBC, anggota keluarga dan orang yang memiliki kontak erat dengannya perlu mendapat penilaian kesehatan serta pemeriksaan sesuai anjuran tenaga medis.

Langkah tersebut penting untuk membantu menemukan kasus lebih dini sekaligus mengurangi risiko penularan di lingkungan tempat tinggal.

Dalam laporan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus TBC dari target sekitar 68 ribu kasus. Data tersebut menggambarkan pentingnya upaya penemuan kasus untuk menjangkau penderita yang belum terdiagnosis.

Kapan Batuk Perlu Diperiksakan?

Masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami batuk lebih dari dua pekan, terlebih apabila disertai demam, keringat malam, penurunan berat badan, berkurangnya nafsu makan, atau tubuh mudah lelah.

Orang dengan daya tahan tubuh yang menurun juga perlu lebih waspada dan mempertimbangkan pemeriksaan lebih awal sesuai kondisi serta saran tenaga medis.

Meski demikian, batuk berkepanjangan tidak selalu berarti seseorang mengalami TBC. Gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.

Dengan mengenali gejala, tidak menunda pemeriksaan, dan memastikan kontak erat mendapat penilaian kesehatan, masyarakat dapat membantu mendukung penemuan kasus TBC lebih dini dan upaya pencegahan penularannya.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update