Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

BRIN Perkuat Riset dan Keselamatan Nuklir untuk Dukung Transisi Energi

✍️ Rani 🕒 26 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta budaya keselamatan dan keamanan nuklir untuk mendukung pengembangan teknologi energi nuklir di Indonesia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta budaya keselamatan dan keamanan nuklir untuk mendukung pengembangan teknologi energi nuklir di Indonesia. Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta budaya keselamatan dan keamanan nuklir untuk mendukung pengembangan teknologi energi nuklir di Indonesia. Langkah ini dinilai penting dalam mempersiapkan riset yang selaras dengan kebutuhan nasional dan agenda transisi energi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Capacity Building Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bertajuk “Internalisasi Core Values ASN BerAKHLAK, Budaya Keselamatan dan Keamanan Nuklir, serta Pengembangan Kapasitas Teknologi Energi Nuklir di Indonesia” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, mengatakan pengembangan kapasitas teknologi nuklir menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut. Para periset di bidang ketenaganukliran perlu memahami perkembangan terkini dan potensi pemanfaatan teknologi nuklir dalam mendukung transisi energi.

Pemahaman itu diharapkan menjadi landasan bagi para peneliti untuk mengarahkan kegiatan riset agar sesuai dengan kebutuhan nasional dan menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.

“Topik terkait pengembangan kapasitas teknologi nuklir di Indonesia menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan ini. Tujuannya agar periset dapat mengarahkan kegiatan risetnya selaras dengan kebutuhan nasional,” jelas Syaiful.

Selain pengembangan teknologi, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya penerapan budaya keselamatan, keamanan nuklir, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Aspek-aspek tersebut menjadi perhatian utama dalam penelitian dan pengembangan teknologi nuklir yang membutuhkan sistem perlindungan terintegrasi.

BRIN juga menekankan perlunya sinergi antara penelitian dan pendidikan untuk memperkuat ekosistem riset nuklir nasional. Kolaborasi lintas bidang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan teknologi sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengembangan dan pemanfaatan energi nuklir secara aman.

“Materi menarik lainnya terkait sinergi antara penelitian dan pendidikan. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk menyiapkan SDM nuklir yang kompeten agar dapat membangun ekosistem riset nuklir nasional yang kuat,” terangnya.

Penguatan kapasitas tersebut turut mencakup internalisasi nilai dasar aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK. Nilai-nilai ini diharapkan membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, kompeten, adaptif, dan mampu bekerja sama.

“Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung SDM nuklir dalam meningkatkan kualitas riset serta memperkuat kontribusi ORTN BRIN dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Syaiful.

Kegiatan ini melibatkan periset ORTN BRIN, Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) BRIN, serta praktisi dan pakar di bidang K3. Narasumber juga berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut diharapkan memperkuat dialog lintas keahlian dan koordinasi antarlembaga, sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai perkembangan energi nuklir dalam agenda transisi energi dan arah kebijakan pengembangannya di Indonesia.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update