Neil Young Gugat Trump Rp166 Miliar soal Penggunaan Lagu Kampanye
pulaupenebang.com - Musisi legendaris Neil Young kembali menggugat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait dugaan penggunaan lagu tanpa izin dalam kegiatan kampanye politik. Dalam gugatan terbaru, Young menuntut ganti rugi sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp166 miliar.
Gugatan tersebut diajukan pada Senin (26/10/2026) terhadap komite politik Trump, 47 Committee Inc., di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Virginia. Perselisihan ini berkaitan dengan penggunaan lagu Rockin’ in the Free World dalam sejumlah kegiatan politik Trump menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.
Mengutip Variety, Selasa (27/10/2026), salah satu penggunaan lagu yang dipersoalkan terjadi dalam kampanye Trump di Youngstown, Ohio, pada 12 Oktober 2026. Lagu yang dirilis Young pada 1989 itu diduga digunakan tanpa persetujuan resmi dari penciptanya.
Sengketa hak cipta kembali berulang
Persoalan penggunaan lagu ini bukan kali pertama mempertemukan Young dan Trump. Pada 2020, Young pernah mengajukan gugatan serupa yang kemudian diselesaikan melalui kesepakatan.
Dalam gugatan terbaru, Young menyebut pihak Trump sebelumnya telah berjanji untuk tidak menggunakan lagu tersebut tanpa memperoleh izin resmi. Dugaan penggunaan kembali lagu itu menjadi dasar bagi musisi berusia 80 tahun tersebut untuk menempuh jalur hukum.
Young juga menyoroti makna lagu Rockin’ in the Free World yang menurutnya memuat kritik terhadap ketimpangan sosial dan janji politik yang tidak terpenuhi.
Ia menilai penggunaan lagu tersebut dalam kegiatan kampanye Trump dapat menimbulkan kesan bahwa dirinya mendukung presiden Amerika Serikat itu. Hal tersebut berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap sikap dan reputasinya sebagai musisi.
Minta penggunaan lagu tanpa izin dihentikan
Selain meminta ganti rugi sebesar 10 juta dolar AS, Young mengajukan permohonan agar pengadilan melarang penggunaan lagunya untuk kepentingan politik tanpa izin.
Kasus ini kembali mengangkat persoalan hak cipta dalam kampanye politik Amerika Serikat. Penggunaan lagu oleh kandidat atau tim politik dapat memicu sengketa ketika musisi merasa karya mereka digunakan tanpa persetujuan atau menimbulkan kesan dukungan terhadap tokoh politik tertentu.
Perkembangan gugatan tersebut akan menentukan langkah hukum selanjutnya dalam perselisihan antara Young dan komite politik Trump.
