Pasar Murah Digelar di Lima Kecamatan, Pemkot Pontianak Jaga Harga Pangan
pulaupenebang.com – Pemerintah Kota Pontianak mengintensifkan operasi pasar murah di sejumlah kecamatan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Kegiatan tersebut berlanjut di Kantor Camat Pontianak Barat pada Senin (26/10/2026), setelah sebelumnya digelar di wilayah Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Kota. Selanjutnya, pasar murah dijadwalkan berlangsung di Kantor Camat Pontianak Utara pada Selasa dan Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa operasi pasar masih dibutuhkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.
Menurut Bahasan, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan perlu diwaspadai. Faktor cuaca, fenomena El Nino, kabut asap, hingga kendala distribusi berpotensi memengaruhi ketersediaan barang dan harga di pasaran.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menekan potensi kenaikan harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Bahasan juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi menjelang November. Jika pasokan bahan bakar mengalami kendala, biaya angkutan barang berpotensi meningkat dan berdampak pada harga jual kebutuhan pokok.
Selain operasi pasar, Pemkot Pontianak menyiapkan bantuan dari cadangan pangan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Bantuan beras dari pemerintah pusat juga menjadi bagian dari dukungan tersebut.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” ungkapnya.
Bahasan menegaskan, pengendalian harga perlu dilakukan melalui berbagai langkah yang saling mendukung, mulai dari pasar murah dan bantuan pangan hingga menjaga kelancaran distribusi.
Menurutnya, upaya tersebut bukan hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar pasokan pangan tetap tersedia dan gejolak harga dapat ditekan.
