Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pertamina Tekankan Kredibilitas dan Akurasi dalam Memilih Mitra Media

✍️ Rani 🕒 30 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Corporate Secretary PT Pertamina Persero, Arya Dwi Paramita (tengah), pada sesi panel ke-6 di hari ke-2 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026, yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026).
Corporate Secretary PT Pertamina Persero, Arya Dwi Paramita (tengah), pada sesi panel ke-6 di hari ke-2 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026, yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Pertamina menilai kredibilitas dan akurasi pemberitaan menjadi faktor penting dalam membangun hubungan dengan media. Di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan publikasi perlu berjalan beriringan dengan verifikasi dan prinsip keberimbangan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Panel 6 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 bertajuk “Bagaimana Membangun Keterpercayaan Media Siber di Zaman Ketidakpastian” di Surabaya, Kamis (29/10/2026).

Menurut Arya, hubungan perusahaan dengan media tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan publikasi. Media juga berperan sebagai mitra yang dapat memberikan masukan sekaligus mengingatkan perusahaan untuk terus memperbaiki kinerja.

Karena itu, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan jangkauan media dalam menjalin kerja sama. Kredibilitas tetap menjadi salah satu aspek utama.

Arya mencontohkan isu Pertalite yang sempat diduga bercampur air dan ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut berkembang menjadi pemberitaan dan keluhan masyarakat sebelum proses pemeriksaan Pertamina selesai dilakukan.

Ia menyebutkan, hasil pengujian laboratorium menunjukkan Pertalite yang didistribusikan pada saat itu memenuhi standar yang berlaku.

"Ketika viralitas sering menjadi kompas pemberitaan, kami selalu merindukan praktik 'check and balance' dalam setiap pemberitaan," ujar Arya.

Ia menilai pemberitaan mengenai sektor energi membutuhkan ketelitian karena isu tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, kinerja pemerintah, hingga ketahanan dan kedaulatan bangsa.

Oleh sebab itu, media perlu memastikan informasi yang disampaikan telah melalui proses pemeriksaan. Pembedaan antara fakta, persepsi, dan informasi yang terverifikasi juga diperlukan agar pemberitaan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Arya menegaskan Pertamina tetap terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan.

Namun, keterbukaan perusahaan perlu diimbangi dengan komitmen media menjaga independensi, akurasi, dan keberimbangan dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

IDMC 2026 diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada 28–29 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya. Konferensi tersebut mengangkat tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”.

Pertamina turut mendukung penyelenggaraan konferensi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan industri media digital dan penguatan ekosistem informasi di Indonesia.

Selain Pertamina, IDMC 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai perusahaan dan lembaga, di antaranya Astra, BNI, Danone, Djarum, PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Mandiri, GoTo, serta sejumlah perusahaan energi dan industri lainnya.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update