Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Bertransformasi Menjadi UIN
pulaupenebang.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendukung rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Perubahan status tersebut diharapkan memperluas pilihan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Dukungan itu disampaikan Ria Norsan saat menghadiri agenda transformasi IAIN menjadi UIN di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak, Selasa (27/10/2026).
Menurut Ria Norsan, perubahan menjadi UIN dapat membuka peluang pengembangan program studi yang lebih beragam. Selain bidang keagamaan, perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu memperluas pendidikan di bidang ekonomi, teknologi informasi, hingga kesehatan dengan perencanaan yang matang.
“Kalau sudah menjadi UIN, ruang lingkupnya akan semakin luas. Kita berharap tersedia lebih banyak pilihan pendidikan tinggi, termasuk bidang ekonomi, teknologi informasi, dan apabila memungkinkan bidang kesehatan yang tentu memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang,” ujarnya.
Perluas Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
Ria Norsan menilai pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ketersediaan program studi yang relevan juga diharapkan membantu menyiapkan tenaga profesional sesuai kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berperan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat.
“Kita ingin semakin banyak generasi muda Kalbar yang memiliki ilmu, keterampilan, dan daya saing sehingga mampu berkontribusi bagi kemajuan daerahnya sendiri,” kata Ria Norsan.
Ia berharap proses transformasi kelembagaan tersebut dapat segera terwujud. Namun, menurutnya, perubahan status perguruan tinggi perlu disertai peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan penguatan pendidikan karakter.
Penguasaan ilmu pengetahuan, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu itu penting, tetapi akhlak juga sangat penting. Keduanya harus berjalan bersama agar ilmu yang dimiliki benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Kampus Diharapkan Menjadi Ruang Dialog
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan turut mengingatkan pentingnya membangun budaya dialog yang terbuka dan santun di lingkungan kampus.
Ia menyatakan mahasiswa memiliki hak menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan perundang-undangan. Penyampaian aspirasi, menurutnya, perlu dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan tanggung jawab.
“Saya terbuka menerima aspirasi. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama, berdiskusi, dan mencari jalan keluar dengan cara yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, S.Ag., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kehadiran Gubernur Kalimantan Barat dalam agenda transformasi tersebut.
Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi motivasi bagi IAIN Pontianak untuk mempersiapkan perubahan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Transformasi menuju UIN diharapkan tidak hanya membawa perubahan status institusi, tetapi juga memperluas akses pendidikan dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, serta mampu bersaing.
Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pendidikan tinggi agar semakin selaras dengan kebutuhan pembangunan Kalimantan Barat.
