Sambas Terima Hibah Alsintan Rp17,25 Miliar, Tujuh Koperasi Petani Jadi Penerima
pulaupenebang.com – Sektor pertanian Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mendapat tambahan dukungan sarana produksi melalui hibah alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp17,25 miliar dari Program iCare. Bantuan tersebut dialokasikan kepada tujuh koperasi petani untuk mendukung peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di halaman Kantor Camat Tebas, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sambas Satono, Wakil Bupati Heroaldi, serta jajaran pengelola Program iCare.
Program iCare merupakan kerja sama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Bank Dunia. Melalui bantuan ini, pemerintah berharap petani Sambas memiliki dukungan peralatan yang lebih memadai untuk mengembangkan kegiatan pertanian.
Bupati Sambas Satono mengatakan, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi sektor pertanian, terutama di tengah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Menurutnya, pemanfaatan alsintan secara optimal diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah.
Satono juga mengingatkan bahwa capaian surplus beras Kabupaten Sambas pada 2025 perlu dipertahankan melalui peningkatan produksi dan efisiensi kegiatan pertanian.
Nilai Hibah Meningkat Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Nilai bantuan Program iCare pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan penyaluran tahun sebelumnya.
Pada 2025, hibah yang disalurkan tercatat sebesar Rp3,9 miliar dan diberikan kepada empat koperasi. Setelah melalui evaluasi kinerja, jumlah penerima manfaat pada tahun ini bertambah menjadi tujuh koperasi petani dengan total nilai bantuan Rp17,25 miliar.
Perluasan penerima tersebut diharapkan dapat memperbesar jangkauan dukungan sarana produksi bagi pelaku usaha pertanian di Sambas.
Direktur Program iCare, Syahrizal Muttakin, menjelaskan bahwa Sambas menjadi salah satu daerah sasaran karena memiliki potensi besar pada komoditas padi dan jeruk.
"Sambas menjadi salah satu daerah sasaran karena memiliki potensi besar pada komoditas padi dan jeruk," jelas Syahrizal.
Pengembangan kedua komoditas unggulan tersebut dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
Koperasi Didorong Kelola Alsintan Secara Optimal
Selain bantuan peralatan, penguatan kelembagaan koperasi menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian.
Pengelolaan alsintan melalui koperasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan peralatan, memperkuat kerja sama antarpelaku usaha tani, serta mendukung kelancaran rantai pasok hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi petani.
Evaluasi pemanfaatan peralatan juga diperlukan agar hibah tersebut tidak hanya menambah fasilitas produksi, tetapi benar-benar mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian usaha tani secara berkelanjutan.
