Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

UMKM Terdampak Karhutla di Kalbar Bakal Dapat Kredit Bunga Rendah

✍️ Rani 🕒 27 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman Foto: istimewa

pulaupenebang.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan fasilitasi pembiayaan berbunga rendah bagi pelaku UMKM yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dukungan tersebut disalurkan melalui program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli untuk membantu pemulihan usaha setelah bencana.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, fasilitasi pembiayaan itu merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mendukung pelaku usaha yang aktivitas ekonominya terganggu akibat karhutla.

Hal tersebut disampaikan Maman dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM.

Meski demikian, pemerintah belum merinci jumlah UMKM yang akan menerima fasilitas tersebut, total anggaran pembiayaan, maupun besaran bunga yang akan diberlakukan dalam program KUM Peduli.

Selain bantuan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menggelar Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Pontianak. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan usaha bagi pengusaha perempuan di sektor ultra mikro.

Perluas akses pasar dan pengembangan usaha

Dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan, Kementerian UMKM juga memfasilitasi sejumlah kerja sama untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Kerja sama tersebut mencakup kemitraan merek makanan Di'Mr.Kriuk dengan jaringan ritel Alfamart, serta kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dengan Smesco Indonesia yang bergerak dalam layanan pemasaran UMKM.

Kementerian UMKM turut mendorong pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat agar mengajak pelaku usaha bergabung dengan platform SAPA UMKM. Platform ini mengintegrasikan akses terhadap layanan pengembangan usaha dari 18 kementerian dan lembaga.

Menurut Maman, penguatan pembiayaan, perluasan pasar, dan pendampingan diperlukan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif sekaligus meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.

Bursa Wirausaha Unggulan juga mempertemukan 1.000 mahasiswa dengan UMKM binaan perguruan tinggi, lembaga inkubator, serta wirausaha pemula untuk mengakses layanan pengembangan usaha.

"Program ini juga bagian dari upaya kami mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang pertumbuhan wirausaha baru dan juga mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja berkualitas," ujar Maman.

R
RaniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update