Kilas Balik Evakuasi Heli Mi-17: Menhut Lapor Langsung ke Presiden Prabowo, Pasukan Penyelam Ditambah Jadi 25 Orang
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan mengambil langkah cepat dalam merespons insiden jatuhnya armada udara militer di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara langsung telah melaporkan perkembangan terkini mengenai operasi pencarian korban serta evakuasi bangkai helikopter kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, lewat sambungan telepon. Instruksi tegas dari Kepala Negara mengarahkan agar seluruh proses penyelamatan ini dikerahkan secara maksimal tanpa ada kendala yang diabaikan. Sebagai tindak lanjut nyata di lapangan, kekuatan personel penyelam kini ditambah secara signifikan menjadi total 25 orang yang terdiri dari berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, hingga pengerahan potensi lokal guna mempercepat penuntasan misi kemanusiaan tersebut.
Insiden kecelakaan yang melibatkan moda transportasi udara jenis helikopter angkut ini menyisakan agenda penting berupa pencarian satu kru yang masih belum ditemukan. Selain menyelamatkan jiwa korban, tantangan besar yang dihadapi oleh satuan tugas gabungan di titik lokasi kejadian adalah posisi badan pesawat yang terbenam cukup dalam ke dasar perairan berlumpur. Kondisi geografis bawah air yang cukup berat ini menuntut taktik khusus, termasuk rencana mendatangkan kapal tunda (tugboat) untuk menarik kerangka utama helikopter menuju daratan terdekat. Koordinasi lintas sektoral juga terus dioptimalkan di bawah komando langsung para petinggi daerah guna memastikan efektivitas penanganan darurat berjalan lancar.
Dalam keterangannya kepada awak media di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Menhut Raja Juli Antoni merinci hambatan teknis yang dihadapi oleh para penyelam di dalam air. Faktor visibilitas atau jarak pandang bawah air tergolong sangat buruk akibat dominasi endapan lumpur serta arus air yang keruh pekat. Hambatan alamiah ini membuat personel penyelam tidak bisa mengandalkan indra penglihatan secara optimal saat menyelami titik bangkai pesawat.
"Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur," ujar Menhut Raja Antoni.
Lebih lanjut, beliau juga menegaskan bahwa kendala tersebut memaksa tim penyelam profesional mengandalkan teknik perabaan manual untuk mendeteksi letak struktur fisik badan helikopter di dasar perairan.
"Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut," imbuhnya.
Tidak hanya persoalan air keruh dan endapan lumpur, tantangan cuaca ekstrem turut memperumit pergerakan tim di lapangan. Gelombang laut yang terpantau cukup besar di sekitar lokasi jatuhnya helikopter memaksa seluruh unsur satuan tugas untuk memperhitungkan faktor keselamatan secara matang sebelum menerjunkan personel tambahan. Walaupun demikian, strategi penebalan pasukan penyelam tetap dieksekusi demi mempercepat hasil operasi.
"Hari ini, insyallah akan ada penebalan pasukan penyelam ya untuk menyelamatkan atau mengevakuasi heli ini. Ada penambahan dari kemarin ada enam penyelam, sekarang akan bertambah lima dari dari Basarnas, tujuh dari TNI Angkatan Laut dan juga ada penyelam lokal jadi ada sekitar 25 yang nanti akan membersamai ya melakukan evakuasi," jelas Menhut Raja Antoni.
Upaya terpadu ini melibatkan sinergi kuat dari berbagai institusi negara serta kepemimpinan daerah yang solid. Operasi di lapangan dipimpin secara kolaboratif oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, yang didukung penuh oleh pemerintah kabupaten setempat. Dukungan logistik dan armada tambahan seperti kapal milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan guna mengawal pergerakan logistik tim evakuasi. Pemerintah berharap seluruh rangkaian proses penyelamatan, pencarian kru tersisa, serta pengangkatan bangkai pesawat dapat segera tuntas sesuai target.
"Mohon doa dari semua agar pekerjaan kita maksimum. Satu korban yang belum kita temukan ini insyaallah akan ketemu dan juga helikopternya juga bisa kita tarik ke darat dengan tugboat ya. Karena ini helikopternya itu sepertinya nyungsep masuk ke lumpur," tutur Menhut Raja Antoni.
Menutup keterangannya, Raja Juli Antoni kembali menekankan bahwa komitmen pemerintah pusat dan daerah tidak akan mengendur hingga seluruh misi darurat ini selesai. Arahan langsung Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan moral bagi seluruh jajaran di lapangan untuk bekerja secara optimal, terukur, dan terpadu.
"Jadi sekali lagi ini maksimum insyaallah di bawah kepemimpinan Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Gubernur, Pak Bupati, seluruh jajaran. Perintah Pak Presiden untuk melakukan proses evakuasi dan penyelamatan ini bisa berjalan dengan baik," pungkas Menhut Raja Antoni.
